Kamu tak perlu tahu, bagaimana caranya aku mampu terbang
tanpa menggunakan kedua sayapku.
Kamu tak perlu tahu, bagaimana caranya aku mampu melihat cahaya di tengah kegelapan malam.
Kamu tak perlu tahu, bagaimana caranya aku membasahi tenggorokanku di tengah musim kemarau itu.
Kamu tak perlu tahu, bagaimana caranya aku mampu melihat cahaya di tengah kegelapan malam.
Kamu tak perlu tahu, bagaimana caranya aku membasahi tenggorokanku di tengah musim kemarau itu.
Kamu tak perlu tahu bagaimana caranya aku menulis tanpa menggunakan kedua tanganku.
Kamu pun tak perlu tahu bagaimana caranya aku harus berjalan tanpa melihat.
Dan kamu tak perlu tahu dan tak mungkin tahu.
Karena kamu tak mau tahu dan yang kamu tahu hanyalah caramu.
Karena kamu tak mau tahu dan yang kamu tahu hanyalah caramu.
Bukannya aku tak pernah tahu, ataupun tak ingin tahu.
Tapi
aku pura-pura tak tahu dan bahkan tak ingin tahu.
Bukan karena aku, tapi karena kamu.
Bukan karena aku, tapi karena kamu.
Terimakasih telah berkunjung
Silahkan tinggalkan jejaknya dengan berkomentar atau mengisi buku tamu. Dan jangan lupa untuk follow blog ini. Sering-sering datang kesini yah!
Silahkan tinggalkan jejaknya dengan berkomentar atau mengisi buku tamu. Dan jangan lupa untuk follow blog ini. Sering-sering datang kesini yah!
Related Posts
2 comments
Tahu yang Tak Mungkin Tahu
Tahu yang Tak Mungkin Tahu
I'm on twitt
Blog Archive
-
▼
2013
(26)
-
▼
March
(14)
- 9 Keterampilan Wartawan Online
- Gramedia dan Palasari
- Menjadi Wartawan di Citizen Journalism
- Terkenal Melalui Meta Tag
- Menilik Sejarah Melalui Bandung Lautan Onthel
- Semiotika di Media Massa
- Guratan Kisah Lalu
- Modus Hunting Buku
- Kunjungan Rangers
- Selamat Milad BandungOke
- Aku Benci Pernah Berharap
- Lahirnya Jurnalisme Sastrawi
- Tahu yang Tak Mungkin Tahu
- Sejarah Perkembangan Retorika
-
▼
March
(14)








semangat menulis :)
selamat hidup
Agar hidup semakin hidup ^_^